Archive for the ‘Umum’ Category

Pakistan, Pusat Studi Hadits

Mendengar nama Pakistan, mungkin langsung tergambar dalam pikiran kita satu negara yang dipenuhi pasukan perang, pertikaian, kekerasan, kemiskinan, dan imej-imej mengerikan lainnya. Atau mungkin juga sebaliknya. Tergambar orang-orang berkaliber internasional semacam Muhammad Iqbal, DR. Fazlur Rahman, DR. Ziauddin Sardar, Maududi, ataupun Prof. Abdus Salam. Dalam edisi ini, A.Harun Al Rosyid salah seorang anggota redaksi Kakilangit menceritakan pengalamannya belajar di Pakistan.

Menghirup Udara Pakistan
Setelah mendapatkan berbagai masukan tentang pengkajian hadits di beberapa tempat, akhirnya saya putuskan untuk mendalami hadits di India. Sebab, sebagaimana kata seorang ustadz dari Malang, alumni Sayyid Muhammad Makkah, untuk saat ini India-lah tempat pengkajian hadits paling pesat, tepatnya di Deoband. Bahkan Sayyid Muhammad pun dulu pernah belajar di sana. Hanya saja, mendapatkan visa India bukanlah hal yang mudah. Maka beliau sarankan untuk pergi ke Pakistan terlebih dahulu, sebab perolehan visanya relatif lebih mudah daripada India. Dari sana, mungkin bisa minta bantuan ulama yang pernah belajar di India. Beliau juga memberikan informasi bahwa di Pakistan ada seorang ulama besar alumni Deoband bernama Syaikh Binnuri. Hanya sayangnya, tidak diketahui di Pakistan bagian mana beliau tinggal. Dari petunjuk singkat ini, saya berusaha mencari info tentang orang yang bisa mencarikan jalur mudah ke Pakistan. Setelah melalui berbagai usaha, akhirnya saya bertemu dengan Rusydan, seorang pelajar asal Magetan yang sudah beberapa tahun belajar di Pakistan. Saat itu, ia pulang liburan Ramadlan. Maka, pada bulan Pebruari 1997, kami berdua terbang menuju Karachi Pakistan.

Setelah enam jam di atas pesawat, kami pun menginjakkan kaki di Qa’id A’zam International Air Port. Saat itu sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Dinginnya udara sisa-sisa musim dingin masih terasa menusuk tulang sumsum. Pakistan memang termasuk negara yang memiliki empat musim. Pada musim dingin, di Pakistan utara (propinsi Sarhad) biasa diselimuti salju tebal. Sedangkan bagian selatan (propinsi Sindh dan sebagian Balochistan) adalah wilayah yang penuh dengan gurun pasir tandus dan gunung-gunung batu.Lahan pertanian dan perkebunan kebanyakan hanya didapati di Punjab dan sebagian Balochistan. Namun gandum, padi dan buah-buahan selalu melimpah. Beras pernah diekspor ke Indonesia. Sedangkan buah-buahan secara mencolok muncul bergiliran seiring dengan pergantian musim. Anggur hijau, pir, kurma dan tin pun menjadi makanan biasa di sana.

Sopir Hafal Al Quran
Temanku memangil taksi untuk mengantarkan kami ke sebuah jami’ah di daerah New Town. Ada beberapa pelajar Indonesia di sana. Selama perjalanan, Rusydan ngobrol dengan sopir dengan bahasa Urdu yang satu kata pun tidak aku mengerti. “Eh! Sopirnya ternyata hafizh Qur-an,” kata temanku. Ah, mana mungkin, pikirku. “Kamu nggak percaya, ya? ” tanyanya memahami ketidakyakinanku. “Di Pakistan sini, orang hafal Qur-an bukan sesuatu yang aneh. Sopir hafizh, dokter hafizh, insinyur hafzh, pedagang hafizh, bahkan pemain olah raga pun ada yang hafizh. Nanti kalau kamu sudah tingal di sini, kamu akan tahu semua,” katanya meyakinkan.

Continue reading

Advertisements

Mari saudaraku, jangan lupa sebut dalam doamu untuk saudara-saudara muslim kita

اللهم انصر اخواننا في فلسطين على اليهود الغاصبين
اللهم اصلح احوال المسلمين في فلسطين

اللهم اصلح احوال المسلمين في كل مكان
و صلى الله على سيدنا محمد و على آله و صحبه و سلم


Tetesan air hujan

Segala puji hanya bagi Alloh SWT yang telah memberikan nikmat iman dan islam kepada kita kaum muslimin, dan Dia lah Alloh SWT yang telah meridhoi kesempurnaan agama islam ini untuk kita semua, yang mana tanpa nikmat tersebut tidak ada sedikitpun kebahagiaan yang akan dijanjikan kepada kita semua baik kehidupan dunia maupun akherat. Tidak ada yang lebih menyenangkan dikehidupan dunia dan akherat selain keridhoan dari sang maha agung dan Maha Besar.

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa,sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 5:3)

Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (QS. 3:19)

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (QS. 3:102).

Continue reading