Negeri Thailand, 6 Tahun Yang Lalu

=Bismillaahir-rahmaanir-rahiim=

Sahabat,

Ingatkah kita akan apa yang berlaku ketika Halimatus Sa’diyah mengambil keputusan untuk menyusui nabi Muhammad ketika beliau masih seorang bayi? Sebagaimana umumnya ibu2 muda lainnya dari daerah pedalaman, dia datang ke Mekkah untuk berkhidmat kepada penduduknya. Dia datang dengan harapan akan dapat mengambil seorang bayi yang akan disusui dan dirawatnya di daerah pedalaman yang lebih alami dan lebih segar.

Sebelum mengambil bayi nabi, unta yang dikendarainya terlalu lemah untuk berjalan jauh. Sebelum mengambil bayi nabi, dadanya tidak menyimpan cukup air susu yang boleh dibagi kepada bayi lain. Sebelum mengambil bayi nabi, kambing-kambing yang dimilikinya kecil lagi kurus. Sebelum mengambil bayi nabi, padang gembalaannya kering dan gersang.

Barangkali karena menyadari keadaannya sendiri atau barangkali juga karena dia tidak melihat rekan2-nya yang tertarik untuk menyusui dan merawat bayi nabi, ataupun juga karena alasan keduanya, maka dia telah buat keputusan bulat untuk merawat bayi nabi sebaik yang dapat dilakukannya. Lalu apa keuntungannya buat dia? Keputusannya yang keluar dari hatinya yang paling dalam ternyata menyelamatkannya bahkan meninggikan derajatnya.

Keadaan telah berubah sejurus kemudian ketika dia membawa pulang bayi nabi. Untanya berjalan terlalu cepat untuk dapat dikejar rekan2-nya. Dia merasakan sendiri betapa dadanya menyimpan lebih banyak air susu. Kambing2-nya berangsur menjadi montok dengan padang gembalaan yang semakin subur. Semua ini adalah berkah dari kerja dakwah yang akan dilakukan nabi di belakang hari, sebagai ‘persekot’  untuknya.

Keberkahan atas dakwah adalah satu hal sedangkan usaha dakwah sendiri adalah hal yang lain. Dari riwayat tentang ibu susuan nabi tadi, kita mengetahui bahwa keberkahan dapat datang jauh sebelum kerja (dakwah) yang sesungguhnya dilakukan. Sebagaimana keberkahan yang datang kepada Halimatus Sa’diyah, barangkali seperti itulah keberkahan yang datang di negeri Thailand saat ini.

Maka bila saja kita ada kesempatan berjalan di muka bumi, hendaknya kita tidak meremehkan untuk datang atau mampir ke Thailand. Bukan untuk foya2 akan tetapi untuk menanam saham keimanan di buminya. Ingat jambu Bangkok? Buahnya besar2. Buah2-an yang diharapakan kebaikannya terasa manis. Ada sejenis asam jawa di Thailand yang rasanya manis. Ingat beras Siam? Berasnya unggul. Ingat ayam Bangkok? Hewannya termasuk yang baik kualitasnya. Bahkan menurut pandangan sebagian orang, meskipun masih dibelakang Malaysia, Thailand sudah meningalkan Indonesia di belakang dalam hal kemajuan fisiknya.

Sebenarnya, kita di sini (di Thailand) belum lagi buat dakwah. Kita baru belajar dakwah. Adapun bila kaum muslimin Thailand sudah mengirimkan rombongan2 dakwah ke manca negara, itupun karena dilandasi niat dan keinginan untuk belajar dakwah. Bagaimana kita boleh melakukan kerja besar ini [1] dengan sempurna sementara kita baru belajar alif-ba-ta dari rangkain kerja besar Rasulullah saw?

Dibandingkan dengan Indonesia, perbedaannya barangkali cuma terletak pada waktu saja. Meskipun muslim adalah kelompok mayoritas di Indonesia, namun dakwah dari rumah ke rumah, lorong ke lorong, kampung ke kampung, desa ke desa, kota ke kota, pulau ke pulau, propinsi ke propinsi, negeri ke negeri, benua ke benua, terlebih dahulu dibuat sekaligus disukai oleh banyak muslim Thailand (pada beberapa dekade ini). Bila keberkahan itu turun di Thailand terlebih dahulu, maka kita mesti mengakuinya dengan lapang dada.

Sebagaimana keberkahan itu sudah kita rasakan, banyak orang yang yakin bahwa negeri ini akan mengajar kita cara dakwah yang penuh hikmah [2]. Adapun keburukan2 yang ada (seperti pelacuran, perjudian, dlsb) kita meyakininya bahwa hal itu akan hilang bersamaan dengan datangnya dakwah yang hak pada waktunya kelak, insya Allah. Urusan ini tidak ubahnya sebagaimana halnya apabila cahaya datang maka gelappun akan hilang dengan sendirinya. Subhanallah.

Abi Subhan

Pattaya, 21/08/03

Catatan kaki:

[1] yakni dakwah

[2] seperti yang dituturkan kepada saya, termasuk sahabat2 dari Turki, Abu Dhabi, Bangladesh, Philipina, dll.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: