Archive for March, 2009|Monthly archive page

Masjid Jami’ Raiwind

Masjid ini terletak di desa Raiwind, dekat kota Lahore. Disana terdapat sebah masjid yang sangat hidup kegiatannya (dakwah ila Alloh, taklim wa taklum, dzikir ibadah, serta khidmat/pelayanan) dan sangat lengkap fasilitasnya. Setidak-tidaknya ada 20.000 hingga 35.000 jamaah setiap waktunya yang memakmurkan masjid Raiwind. Ratusan jamaah keluar masuk setiap harinya. Dari masjid tersebut dikirim jamaah –jamaah dakwah ke seluruh penjuru dunia. Tidak ada satu pun negara di dunia ini yang belum pernah didatangi oleh jamaah dari masjid ini.

Demikian juga, setiap hari ratusan jamaah dari berbagai penjuru dunia datang ke masjid ini. Kebanyakan tamu-tamu tersebut berasal dari Timur Tengah dan Asia Tenggara seperti Malaysia dan sekitarnya. Jamaah-jamaah tersebut paling lama akan tinggal tujuh hari di Masjid Raiwind. Setelah itu mereka akan segera dikirimkan ke negara atau tempat yang dituju berdasarkan musyawarah. Mereka akan dikirim untuk waktu yang berbeda-beda, ada yang untuk sebulan, dua bulan, dua puluh hari, empat puluh hari dan sebagainya. Setelah selesai dari masanya, mereka akan kembali ke Masjid Raiwind, baru setelah itu mereka kan kembali ke rumahnya masing-masing untuk melanjutkan kerja agama di kampungnya masing-masing. Continue reading

Advertisements

Negeri Thailand, 6 Tahun Yang Lalu

=Bismillaahir-rahmaanir-rahiim=

Sahabat,

Ingatkah kita akan apa yang berlaku ketika Halimatus Sa’diyah mengambil keputusan untuk menyusui nabi Muhammad ketika beliau masih seorang bayi? Sebagaimana umumnya ibu2 muda lainnya dari daerah pedalaman, dia datang ke Mekkah untuk berkhidmat kepada penduduknya. Dia datang dengan harapan akan dapat mengambil seorang bayi yang akan disusui dan dirawatnya di daerah pedalaman yang lebih alami dan lebih segar.

Sebelum mengambil bayi nabi, unta yang dikendarainya terlalu lemah untuk berjalan jauh. Sebelum mengambil bayi nabi, dadanya tidak menyimpan cukup air susu yang boleh dibagi kepada bayi lain. Sebelum mengambil bayi nabi, kambing-kambing yang dimilikinya kecil lagi kurus. Sebelum mengambil bayi nabi, padang gembalaannya kering dan gersang.

Barangkali karena menyadari keadaannya sendiri atau barangkali juga karena dia tidak melihat rekan2-nya yang tertarik untuk menyusui dan merawat bayi nabi, ataupun juga karena alasan keduanya, maka dia telah buat keputusan bulat untuk merawat bayi nabi sebaik yang dapat dilakukannya. Lalu apa keuntungannya buat dia? Keputusannya yang keluar dari hatinya yang paling dalam ternyata menyelamatkannya bahkan meninggikan derajatnya.

Continue reading

Usaha Dakwah dan Tabligh Para Walisongo di Tanah Jawa (Indonesia)–Bag.1

Usaha Dakwah dan Tabligh Para Walisongo

Para Wali Songo yang datang ke tanah Jawa bukan sendiri sendiri dan tanpa program beliau meninggalkan keluarga dan kampung halamannya dan bukan sekedar kebetulan beliau berkumpul dengan sahabatnya yang lain. Para Da’i dan Walinya Allah yang masuk ke tanah Jawa ini tidak hanya satu rombongan saja seperti anggapan kebanyakan orang. Sesungguhnya semua ada 5 periode atau 5 rombongan. Dalam 1 rombongan semuanya berjumlah 9 (sembilan) orang dan setiap satu rombongan semuanya memiliki keistimewaan atau keahlian sendiri sendiri.yang sangat Munasib ada yang ahli tata Negara, ahli ilmu Dinniyah atau Agama, ilmu technik, ahli seni, dll.

Continue reading