Saling bergabung ketika keluar di jalan Alloh

Abu tsa’labah al khusyani rhu menceritakan, “Apabila rasulullah saw singgah dan (berkemah) si suatu tempat (ketika dalam perjalanan), maka para shohabat berpencaran jauh (membuat kemah) di bukit bukit dan lembah-lembah. Atas hal ini rasulullah saw bersabda, seungguhnya berpencarnya kalian di bukit-bukit dan lembah-lembah ini hanyalah dari tipu daya syetan.” Setelah peristiwa itu, rasulullah saw tidak singgah (berkemah) di suatu tempat pun, melainkan para shohabat berkumpul (mengambil tempat yang berdekatan) satu sama lain (HR. abu dawud dan nasai dalam kitab at targib jlid V halaman 40)

Baihaqi meriwayatkan dalam kitabnya jilid IX halaman 152, katanya, “Setelah peristiwa itu, apabila para sahabat beristirahat maka mereka memilih tempat saling berdekatan satu sama lain, sehingga dikatakan bahwa seandainya sehelai kain (selimut) dibentangkan, niscaya kain itu menutup tubuh mereka semua.”

Muadz al juhaini rhu berkata, “Dalam suautu peperangan bersama rasulullah saw di suatu tempat kami beristirahat, mereka mencari tempat peristirahatan menyebar sehingga tempat tersebut bagi mereka menjadi sempit dan jalan pun tertutup. “Melihat hal itu rasuloullah saw mengumumkan bahwa, barangsiapa yang menjadikan sempit tempat beistirahat atau yang menutup jalan-jalan maka tidak ada jihad baginya, artinya tidak akan mendapatkan pahala jihad.” (Diriwayatkan juga oleh baihaqi dalam kitabnya jilid IX hal 152)

Sumber: Hayatush shohabah  jilid I Maulana yusuf rah

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: