Menjaga Taklim ketika keluar di jalan Alloh

(Para sahabat duduk membentuk halaqoh (lingkaran) dalam safar fisabilillah)

Dikeluarkan oleh Abdur Rozaq, dari Hithan bin Abdullah arruqasyi berkata: “Pernah kami bersama abu musa al asy’ari dalam satu rombongan tentara yang beristirahat di pinggir sungai Dijlah. Ketika tiba waktu sholat zhuhur, maka muadzinpun mengumandangkan adzan zhuhur, maka orang-orang berdiri untuk wudhu. Abu musa juga berwudhu dan mengimami sholat tentara kaum muslimin. Kemudian mereka semua duduk berkumpul secara melingkar dalam majelis.

Ketika tiba waktu sholat ashar tiba, muadzinpun mengumandangkan adzan ashar, maka semua orang berdiri untuk mengambil wudhu lagi. Melihat hal itu, abu musa berkata pada muadzin, “Umumkan kepada semua orang, bahwa yang memperbaharui wudhunya hanya mereka yang wudhunya telah batal saja.” Abu musa berkata lagi, “Hal ini terlihat bahwa ilmu agama akan hilang dan orang-orang bodoh bertambah banyak, sehingga karena kebodohannya seseorang tega menebaskan pedang ke leher ibunya.”

(Hayatush shohabah jilid 1, kanzul ummal jilid 5 hal 114, Thohawi dalam syarah ma’anil atsar jilid 1 hal 27)

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: